Cara Mengontrol Populasi Anjing Liar

www.anjinglucu.com | Pendiri LSM Jakarta Animal Aid Network (JAAN) Karin Franken mengatakan bahwa penangkapan yang dilakukan dinas tidak memberikan efek signifikan terhadap pengurangan populasi berikut rabies hewan di Jakarta. “Kemarin sempat sehari mereka ambil dari jalan, paling dapet berapa sih. Mungkin ratusan, si ratusan itu kan jadi kasihan. Ditangkap, dibawa ke BKHI yang tidak punya program adopsi aktif. Terus keadaan juga tak seperti shelter swasta. Nah, impact-nya menurut saya enggak ada karena Jakarta begitu luas, banyak [hewan] terutama kucing jalanan,” katanya.

Menurutnya, jawaban untuk menyelesaikan persoalan overpopulasi berikut pencegahan rabies anjing dan kucing jalanan adalah lewat edukasi, steril, dan vaksin. Masyarakat perlu disadarkan bahwa memindahkan hewan ke tempat lain bukanlah solusi. Di sisi lain, steril serta vaksin mesti dilakukan secara massal dan kontinu.

“Sudah saatnya komunitas dan pemerintah punya target lebih besar untuk steril dan release ke tempat di mana kita dapat. Hal ini harus [dilakukan secara] masal dan [berjalan] beberapa tahun. Steril, vaksin, steril, vaksin,” jelasnya.

Soal edukasi, Karin menjelaskan bahwa warga perlu diberi pemahaman untuk membiarkan kucing atau anjing hidup dalam jumlah kecil tapi sehat alih-alih meminta mereka dipindahkan. Hal ini dikarenakan, apabila binatang itu dibawa ke tempat lain, hewan baru yang belum menerima vaksin dan dikebiri akan datang ke wilayah tersebut. “Dan kita harus mulai dari nol lagi,” ujarnya.

Ketiadaan tanggung jawab masyarakat yang memiliki hewan peliharaan, di sisi lain, juga menjadi problem yang perlu dibenahi. “Jadi mau suka binatang atau tidak, kita mesti sama-sama mengaca ‘Kok bisa sampai sebegini banyaknya?’ Itu karena manusia juga,” ungkapnya. Sehubungan dengan pencegahan rabies, Karin menilai pemerintah turut wajib fokus pada masalah perdagangan daging anjing. Sebab kebanyakan daging yang dijual berasal dari Jawa Barat yang belum bersih dari rabies. Sumber : TIRTO – Penulis: Nindias Nur Khalika Editor: Nurul Qomariyah Pramisti

Related Post