Karangasem, Bali – Waspada Gigitan Anjing Rabies

www.anjinglucu.com | Empat warga Karangasem digigit anjing rabies, Rabu (9/1/2019) siang hari. Tiga korban berasal dari Rendang, Kecamatan Rendang. Sedangkan sisanya berasal dari Kelurahan Subagan, Kecamatan Karangasem.

Korban yang digigit anjing rabies di antaranya Ni Ketut Sintia Wati, Ni Komang Trinawati, serta I Wayan Tegteg asal Rendang digigit di jalan raya. Sedangkan Made Darsana dari Kelurahan Padang Kerta digigit di Pertigan Abang, Subagan.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Karangasem, I Made Ari Susanta mengatakan 4 korban digigit di bagian kaki. Anjing muncul tiba-tiba lalu menggigit. Semua korban diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) oleh petugas.

“Setelah menggigit kami ambil sampelnya, lalu dilakukan uji lab. Hasilnya ternyata anjing yang mengigit korban positif rabies. Saat ini korban sudah diberikan VAR dan terus ditindaklanjuti petugas,” kata Ari Susanta saat dihubungi, Minggu (13/1/2019). Setelah kejadian tersebut, petugas dari Dinas Pertanian langsung turun melakukan vaksinasi emergensi sekitar Desa Rendang, Kecamatan Rendang, serta di Kecamatan Karangasem.

Petugas juga melakukan eliminasi selektif daerah tersebut. Ari Susanta mengungkapkan vaksin emergensi diprioritaskan untuk anjing tak bertuan. Petugas juga memberikan edukasi ke warga terkait bahaya rabies, serta terus berkoordinasi dengan perbekel.

“Bulan Maret 2019 akan gelar vaksinasi massal,” ungkap Ari Susanta. Ditambahkan, tahun 2019 kasus gigitan rabies di Karangasem baru 2 kasus dengan 4 korban. Tahun 2018 kasus gigitan positif rabies 37 kasus. Dari 37 kasus rabies, satu orang meninggal dunia yakni warga Pempetan, Kecamatan Rendang. Estimasi populasi anjing di Karangasem mencapai 43 ribu. Anjing liar sekitar 1 persen, dan yang diliarkan oleh pemiliknya hampir capai 50 persen. Target vaksinasi 2019 sebanyak 43 ribu ekor.

Vaksinasi sudah dimulai sejak Sabtu (12/1/2019) lalu. Pihaknya berharap warga ikut serta menyukseskan program vaksinasi. Masyarakat diharapkan rutin memvaksinasi anjingnya sehingga kekebalan tubuh anjing kuat dan tak mudah terjangkit penyakit rabies. Warga harus bantu petugas di lapangan.

“Program vaksinasi menggunakan anggaran sharing dari APBN, APBD Provinsi, serta APBD Kabupaten. Kegiatan vaksinasi sudah dilakukan. Vaksinasi massal digelar serentak bulan Maret,” tambahnya.

Made Ari Susanta mengungkapkan, pemetaan zona merah rabies di Karangasem masih seperti sebelumnya. Dari 78 desa/kelurahan di Karangasem, sebanyak 28 desa masuk zona merah rabies. Desa dinyatakaan merah rabies karena sering ada gigitan. Daerah zona merah rabies tersebar di 8 kecamatan.

Paling banyak yakni Kecamatan Rendang, Kecamatan Kubu, Abang, dan Kecamatan Bebandem. Di empat kecamatan ini sering dijumpai kasus gigitan anjing positif rabies, serta anjing liar. Di Kecamatan Kubu ada Desa Tianyar Tengah, Tianyar Barat, Tianyar, Ban, Sukadana. Di Kecamatan Abang ada Kertamandala, Culik, Pidpid, dan Purwakerti. Di Kecamatan Rendang ada Pempatan, Rendang, Pesaban. Bebandem ada Desa Jungutan.

Dinas Pertanian Karangasem terus berupaya menekan kasus gigitan anjing rabies. Satu di antaranya menggelar vaksinasi massal di daerah zona merah rabies. Sebelumnya, A Tim Karangasem sempat menggelar vaksinasi massal di kawasaan zona rawan rabies. Sumber : TRIBUN BALI – Penulis: Saiful Rohim – Editor: Irma Budiarti

RelatedPost