Kematian karena Memakan Daging Anjing

www.anjinglucu.com | Apakah mengonsumsi daging anjing memang sebaik itu? Mengacu pada buku Tabel Komposisi Pangan Indonesia, kandungan gizi per 100 gram daging anjing berupa 60,8 gram air; 198 kkal energi; 24,6 gram protein; 0,9 gram karbohidrat; 1.071 ml kalsium; 3 gram abu; 4 ml besi; 1604 ml natrium; 226 ml kalium, 0,1 ml tembaga; 2,8 ml seng; 0,35 ml tiamin; dan 0,2 ml riboflavin.

Bisa kita lihat, natrium pada daging anjing begitu tinggi. Dampaknya bisa memicu hipertensi atau tekanan darah tinggi. Bahkan bisa menganggu sistem pencernaan tubuh, karena ada kandungan cacing pita di dalamnya.

Daging anjing merupakan salah satu penyebar rabies kepada hewan dan manusia. Sudah banyak korbannya, di Filipina, sekitar 300 orang meninggal karena rabies setiap tahunnya.

Masih beranggapan anjing ternaknya sehat karena diberikan vaksin secara berkala? Perlu diketahui, pemberian antibiotik atau vaksin bisa memberikan dampak buruk pada daging anjing. Jika kamu mengonsumsinya, sistem kekebatalan tubuhmu akan berubah, sehingga berakibat badanmu tidak akan mempan diobati dengan antibiotik.

Bahaya selanjutnya, daging anjing berisiko mengandung E.coli dan salmonela yang menyebabkan diare. Lebih parah lagi kalau tidak dikonsumsi dengan benar, kamu bisa menderita infeksi antraks, hepatitis, leptospirosis, dan sebagainya.

Nah, ternyata lebih banyak dampak buruknya daripada manfaatnya ya. Apalagi anjing memang lebih layak dijadikan hewan peliharaan dan sahabat, dibandingkan dikonsumsi. Sumber : IDN Times

RelatedPost

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.